Semuanya
Jumlah ATP yang dihasilkan oleh katabolisme tergantung pada jenis molekul yang dikatabolisme dan jenis respirasi yang terjadi. Berdasarkan hasil pencarian web saya, berikut ini adalah jumlah ATP yang dihasilkan katabolisme di setiap bagian:
- Katabolisme Karbohidrat: Jika molekul karbohidrat yang dikatabolisme adalah glukosa, maka terdapat tiga tahap utama, yaitu glikolisis, siklus krebs, dan rantai transpor elektron. Jumlah ATP yang dihasilkan di setiap tahap adalah sebagai berikut¹²⁴⁵:
- Glikolisis: menghasilkan **2 ATP** dan **2 NADH** per molekul glukosa.
- Siklus Krebs: menghasilkan **2 ATP**, **6 NADH**, dan **2 FADH 2** per molekul glukosa.
- Rantai Transpor Elektron: menghasilkan **32 ATP** dari **10 NADH** dan **2 FADH 2** per molekul glukosa.
- Jadi, total ATP yang dihasilkan katabolisme karbohidrat melalui respirasi aerob adalah **36 ATP** per molekul glukosa.
- Katabolisme Protein: Jika molekul protein yang dikatabolisme adalah asam amino, maka terdapat dua tahap utama, yaitu deaminasi dan oksidasi. Jumlah ATP yang dihasilkan di setiap tahap adalah sebagai berikut¹:
- Deaminasi: menghasilkan **0 ATP** dan **NH 3** per molekul asam amino.
- Oksidasi: menghasilkan **36 ATP** dari **1 molekul asetil-CoA** yang berasal dari **2 molekul asam amino**.
- Jadi, total ATP yang dihasilkan katabolisme protein melalui respirasi aerob adalah **18 ATP** per molekul asam amino.
- Katabolisme Lemak: Jika molekul lemak yang dikatabolisme adalah asam lemak, maka terdapat dua tahap utama, yaitu beta oksidasi dan oksidasi. Jumlah ATP yang dihasilkan di setiap tahap adalah sebagai berikut¹³:
- Beta Oksidasi: menghasilkan **1 FADH 2** dan **1 NADH** per **2 atom karbon** dari rantai asam lemak.
- Oksidasi: menghasilkan **12 ATP** dari **1 molekul asetil-CoA** yang berasal dari **2 atom karbon** dari rantai asam lemak.
- Jadi, total ATP yang dihasilkan katabolisme lemak melalui respirasi aerob adalah **14 ATP** per **2 atom karbon** dari rantai asam lemak.
Ciri-ciri profase yaitu:
1. Benang-benang kromatin dalam inti sel mulai tergulung menjadi rapat, pendek, padat, dan menebal menjadi kromosom. Kromosom sudah tampak mengganda (berduplikasi) dan tersusun dari sepasang kromatid saudara yang dihubungkan oleh sentromer.
2. Anak inti (nukleolus) menghilang sehingga tidak terjadi lagi transkripsi DNA yang membentuk RNA.
3. Terbentuk benang-benang spindel yang terbuat dari mikrotubul yang memancar dari kedua sentrosom.
Ciri-ciri metafase yaitu:
1. Kromosom bergerak dan berjajar di tengah sel (bidang ekuatorial/lempeng metafase).
2. Sentromer dari seluruh kromosom membuat formasi satu baris.
Ciri-ciri anafase yaitu:
1. Pasangan sentromer dari setiap kromosom berpisah sehingga kromatid saudara yang semula menyatu akhirnya terpisah dan membentuk kromosom lengkap.
2. Masing-masing kromatid bergerak menuju ke arah kutub yang berlawanan.
3. Pada akhir anafase, kedua kutub sel memiliki kromosom yang lengkap.
Ciri-ciri telofase yaitu:
1. Terbentuk anak inti pada kedua kutub sel.
2. Kromosom di kedua kutub mulai berubah kembali menjadi benang-benang kromatin.
3. Membran inti terbentuk kembali.
4. Segera diikuti sitokinesis
Meiosis memiliki beberapa fase yang penting:
1. Fase Interfase: Persiapan sebelum pembelahan sel dimulai.
2. Fase Profase I: Homolog kromosom saling berpasangan (bivalen) dalam proses crossing over.
3. Fase Metafase I: Pasangan kromosom berjejer di tengah sel.
4. Fase Anafase I: Homolog kromosom terpisah dan bergerak ke kutub sel.
5. Fase Telofase I dan Sitokinesis: Pembelahan sel pertama terjadi, menghasilkan dua sel anak yang haploid.
6. Fase Profase II, Metafase II, Anafase II, Telofase II, dan Sitokinesis: Proses serupa terjadi lagi, tetapi kali ini terjadi pada sel-sel anak dari meiosis I, menghasilkan empat sel haploid akhir.
Jumlah ATP yang dihasilkan oleh anabolisme tergantung pada jenis molekul yang disintesis dan jenis reaksi yang terlibat. Berdasarkan hasil pencarian web saya, berikut ini adalah jumlah ATP yang dihabiskan anabolisme di setiap bagian:
- Anabolisme Karbohidrat: Jika molekul karbohidrat yang disintesis adalah glukosa, maka terdapat satu tahap utama, yaitu glukoneogenesis. Tahap ini membutuhkan **6 molekul ATP** dan **2 molekul GTP** untuk mengubah 2 molekul asam piruvat menjadi 1 molekul glukosa¹. Jadi, total ATP yang dihabiskan anabolisme karbohidrat adalah **8 ATP** per molekul glukosa.
- Anabolisme Protein: Jika molekul protein yang disintesis adalah asam amino, maka terdapat beberapa tahap yang berbeda-beda tergantung pada jenis asam amino yang dibentuk. Secara umum, tahap-tahap tersebut meliputi transaminasi, reduksi, siklisasi, hidrolisis, dan kondensasi². Jumlah ATP yang dihabiskan di setiap tahap bervariasi, tetapi rata-rata adalah sekitar **2 ATP** per molekul asam amino². Jadi, total ATP yang dihabiskan anabolisme protein adalah **2 ATP** per molekul asam amino.
- Anabolisme Lemak: Jika molekul lemak yang disintesis adalah asam lemak, maka terdapat dua tahap utama, yaitu sintesis asetil-CoA dan sintesis asam lemak. Tahap-tahap ini membutuhkan **2 molekul ATP** untuk mengubah 1 molekul glukosa menjadi 2 molekul asetil-CoA, dan **7 molekul ATP** untuk mengubah 2 molekul asetil-CoA menjadi 1 molekul asam lemak³. Jadi, total ATP yang dihabiskan anabolisme lemak adalah **9 ATP** per molekul asam lemak.
Hormon yang terdapat pada tumbuhan adalah zat-zat kimia yang berperan dalam mengatur pertumbuhan, perkembangan, dan pergerakan tumbuhan. Hormon-hormon ini dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain:
- **Auksin**, hormon yang dihasilkan oleh jaringan meristem apikal atau ujung-ujung tumbuhan, seperti ujung daun, batang, dan akar¹. Auksin berfungsi untuk merangsang pertumbuhan dan perpanjangan sel, membentuk akar lateral, mengatur gerak fototropisme dan geotropisme, mencegah kerontokan daun, bunga, dan buah, serta merangsang pembentukan bunga dan buah¹².
- **Sitokinin**, hormon yang disintesis di akar dan ditransportasikan ke organ lain¹. Sitokinin berfungsi untuk merangsang pembelahan sel, mengurangi dominansi apikal, memperluas daun, mengatur pembentukan bunga dan buah, serta menunda pengguguran daun, bunga, dan buah¹³.
- **Giberelin**, hormon yang dihasilkan oleh jaringan meristem, biji, dan buah¹. Giberelin berfungsi untuk memacu aktivitas kambium, menyebabkan tanaman tumbuh tinggi, membantu perkecambahan biji, menghasilkan buah tanpa biji, menyebabkan tanaman lebih cepat berbunga, serta menghilangkan sifat kerdil secara genetik pada tumbuhan¹⁴.
- **Asam absisat (ABA)**, hormon yang dihasilkan oleh kuncup dan daun¹. ABA berfungsi untuk menghambat pertumbuhan dan perpanjangan sel, menginduksi dormansi biji, mengatur penutupan stomata, serta memicu pengguguran daun, bunga, dan buah¹².
- **Gas etilen**, hormon yang dihasilkan oleh jaringan buah matang¹. Gas etilen berfungsi untuk merangsang pematangan buah, menghambat pertumbuhan dan perpanjangan sel, menghambat pembelahan sel, serta memicu pengguguran daun, bunga, dan buah¹².
- **Asam traumalin**, hormon yang dihasilkan oleh jaringan yang terluka¹. Asam traumalin berfungsi untuk merangsang pembentukan kalus, yaitu jaringan yang menutup luka pada tumbuhan¹².
- **Kalin**, hormon yang dihasilkan oleh jaringan kalus¹. Kalin berfungsi untuk merangsang pembentukan akar adventif, yaitu akar yang tumbuh dari bagian tumbuhan yang bukan akar¹².
Enzim memiliki beberapa sifat yang mempengaruhi fungsi dan kerjanya dalam tubuh makhluk hidup. Berikut ini adalah beberapa sifat enzim dan gunanya:
- **Enzim bersifat biodegradable**. Artinya, enzim dapat terurai secara biologis oleh mikroorganisme atau enzim lain. Hal ini membuat enzim aman dan ramah lingkungan, karena tidak menimbulkan polusi atau limbah¹².
- **Enzim dapat digunakan secara berulang**. Artinya, enzim dapat mengatalisis reaksi berulang kali tanpa mengalami perubahan struktur atau sifat¹². Hal ini membuat enzim efisien dan hemat, karena tidak perlu ditambahkan terus-menerus.
- **Enzim bersifat spesifik**. Artinya, enzim hanya dapat mengenali dan mengikat substrat tertentu yang sesuai dengan bentuk dan ukuran sisi aktifnya¹²³. Hal ini membuat enzim selektif dan akurat, karena tidak bereaksi dengan senyawa lain yang tidak diinginkan.
- **Enzim tersusun atas protein**. Artinya, enzim merupakan senyawa organik yang tersusun atas asam amino yang dihubungkan oleh ikatan peptida²³. Hal ini membuat enzim memiliki struktur tiga dimensi yang kompleks dan bervariasi, yang menentukan sifat dan fungsi enzim²³.
- **Enzim bersifat termolabil**. Artinya, enzim mudah rusak atau denaturasi akibat perubahan suhu²³⁴. Hal ini membuat enzim sensitif dan optimal pada suhu tertentu, yang berbeda-beda untuk setiap jenis enzim²³⁴.
- **Enzim bersifat koloid**. Artinya, enzim merupakan partikel halus yang tidak dapat dipisahkan oleh penyaringan atau sentrifugasi²⁴. Hal ini membuat enzim dapat larut dalam air atau pelarut lain, tetapi tidak dapat menembus membran semipermeabel²⁴.
- **Enzim dibutuhkan dalam jumlah sedikit**. Artinya, enzim dapat mengatalisis reaksi dalam jumlah substrat yang besar dengan jumlah enzim yang kecil²⁴. Hal ini membuat enzim efektif dan produktif, karena dapat meningkatkan laju reaksi secara signifikan²⁴.
- **Enzim menurunkan energi aktivasi**. Artinya, enzim dapat mempercepat reaksi dengan menurunkan energi yang dibutuhkan untuk memulai reaksi²³⁴. Hal ini membuat enzim memudahkan terjadinya reaksi, karena tidak memerlukan energi yang besar²³⁴.
- **Enzim tidak menentukan arah reaksi**. Artinya, enzim dapat mengatalisis reaksi maju atau reaksi mundur, tergantung pada konsentrasi substrat dan produk²⁴. Hal ini membuat enzim fleksibel dan seimbang, karena dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan²⁴.
Saya telah menguraikan beberapa istilah yang berkaitan dengan kisi kisi biologi 1 dalam pesan sebelumnya. Berikut ini adalah contoh detailnya:
- **Template**. Misalkan ada untaian DNA berikut:
```
5'-ATGCGTACG-3'
3'-TACGCATGC-5'
```
Untaian DNA yang berada di bawah dan memiliki arah 3' ke 5' adalah template, yaitu:
```
3'-TACGCATGC-5'
```
Untaian ini dapat digunakan sebagai template untuk membuat mRNA dalam proses transkripsi. Proses tran
Komentar
Posting Komentar